Dunia Aneh

Dunia Teknologi

Dunia Alam

Mengenal 7 Tembok Paling Kontroversial di Dunia

7 Tembok Paling Kontroversial di Dunia

Tembok Berlin adalah sebuah tembok pembatas terbuat dari beton yang dibangun oleh Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) yang memisahkan Berlin Barat dan Berlin Timur. Tembok ini berdiri mulai tahun 1921 sampai dengan 1989 yang berakhir dengan dihancurkannya tembok ini sebagai tindakan nyata dari berakhirnya Perang Dingin.
2. Tembok Kremlin â€" Moskwa
Tembok dari bata merah yang satu ini malah sudah berdiri selama 700 tahun. Panjang tembok ini mencapai 1,4 mil dan mengelilingi Lapangan Merah. Ada empat gerbang dari zaman abad pertengahan yang masih berdiri kokoh dengan 20 menara di sepanjang tembok ini. Di dalam tembok ini terdapat mausoleum tempat bersemayam jenazah para pemimpin tertinggi Rusia seperti Stalin dan Brezhnev.
http://www.didunia.net/
3.  Tembok Ratapan â€" Jerusalem
Tempat yang penting dan dianggap suci oleh orang Yahudi, Panjang tembok ini sekitar 485 meter, dan sekarang sisanya hanyalah 60 meter. Orang Yahudi percaya bahwa tembok ini tidak ikut hancur sebab di situlah berdiam “Shekhinah” (kehadiran ilahi). Jadi, berdoa di situ sama artinya dengan berdoa kepada Tuhan.
http://www.didunia.net/
4. Tembok Hadrian â€" Inggris
adalah sebuah tembok pertahanan yang terbuat dari batu dan tanah, tembok ini dibangun di Zaman Kekaisaran Romawi, tembok ini melintasi Inggris Utara. Saat pemerintahan Kaisar Hadrian, ini adalah tembok yang kedua yang membentang Britania Raya, tembok yang pertama membentang dari Sungai Clyde sampai Sungai Forth. Tembok Hadrian merupakan daya tarik wisata paling populer di inggris. Panjang tembok hadrian diperkirakan bisa mencapai 117 km.
http://www.didunia.net/
5. Medinet Habu â€" Mesir
Tembok yang dikenal sebagai Medinet Habu ini adalah tembok terakhir yang berdiri dari Kuil Persemayaman Ramsses III. Tembok ini dibangun pada abad 12 SM. Tinggi tembok ini mencapai 60 kaki (hampir 18 meter).
http://www.didunia.net/
6. Tembok Besar- China
merupakan bangunan terpanjang yang pernah dibuat manusia, terletak di Republik Rakyat Cina. Tembok Raksasa Cina tidak panjang terus menerus, tapi merupakan kumpulan tembok-tembok pendek yang mengikuti bentuk pegunungan Cina utara.Pada tanggal 18 April 2009, setelah investigasi secara akurat oleh pemerintah Republik Rakyat Cina, diumumkan bahwa tembok raksasa yang dikonstruksikan pada periode Dinasti Ming panjangnya adalah 8.851 km.
http://www.didunia.net/
7. Santa Maria delle Grazie â€" Milan
Mungkin Anda tidak pernah mendengar namanya. Tapi Anda pasti tahu mengenai lukisan “Makan Malam Terakhir” karya Leonardo Da Vinci. Lukisan dinding (mural) buatan Leonardo ini dibuat di tembok ini.

5 Harga Casing Ipad Termahal di Dunia

5 Harga Casing Ipad Termahal di Dunia

5.Burberry of London iPad Cover - USD475
Cover iPad ini diperlengkapi dengan retsleting untuk membungkus iPad dengan aman. Tersedia dalam beberapa pilihan warna, casing yang cukup trendi ini harganya nyaris Rp 5 juta.

4.Yves Saint Laurent iPad Case - USD595
http://www.didunia.net/
Aksesoris iPad memang cukup banyak dikeluarkan oleh rumah mode tenar. Seperti Yves Saint Lauren yang turut merilis pelindung iPad nan gaya ini, tentunya dengan harga yang aduhai menguras isi kantong.

3.Orbino Padova Crocodile Skin - USD689
http://www.didunia.net/
Casing pelindung ini termasuk yang paling mahal harganya. Salah satu faktornya karena terbuat dari kulit buaya dan desain berkelas.

2.Chanel iPad Case - USD1.555
http://www.didunia.net/
Casing nan elegan ini tampaknya cocok untuk kaum wanita. Tunggu dulu, siapkan kocek di atas Rp 10 juta untuk membawanya pulang. Ya, casing ini lebih mahal dari motor baru.

1.Tods Alligator Skin Covers - USD4.900
Pelindung iPad ini harganya benar-benar di luar kewajaran, di kisaran Rp 50 juta. Bahannya konon memang terbuat dari kulit aligator terbaik.

Inilah 5 Kamera Terunik di Dunia

Inilah 5 Kamera Terunik di Dunia

1. Nikon D80 transparan

Nikon D80 transparan ini terlihat pada ekshibisi Photokina tahun 2006. Sepertinya kamera ini juga berfungsi seperti halnya versi aslinya.

2. Pentax LX Special GOLD Edition, 1981

http://www.didunia.net/
Pentax LX berlapis emas 18 karat nan indah ini diluncurkan pada tahun 1981 untuk merayakan 100 juta penjualan kamera standar LX SLR. Kamera ini hanya diproduksi sebanyak 300 buah, masing-masing dijual dalam sebuah box dari kayu dan di dalamnya ada sepasang sarung tangan sutera untuk memegangnya.

3. Pistol NIKKOR

http://www.didunia.net/
Kamera di atas diberi nama DORYU 2-16 Pistol Camera dan merupakan video camera pistol 16mm keluaran kepolisian Jepang dengan lensa Cine-NIKKOR 25mm F1.4. Barang ini sangat jarang dan hampir tidak mungkin lagi didapatkan.

4. Kamera Third Eye

http://www.didunia.net/
Seniman Wayne Martin Belger adalah orang dibalik dua kamera aneh berikut ini. Lihat saja sosoknya, kenapa dibilang aneh. Seniman ini membuat kamera berlubang di atas menggunakan material seperti alumunium, titanium, kuningan, perak, batu permata, dan tengkorak anak perempuan berusia 13 tahun. Gambar terakhir di atas diambil dengan kamera ini.

5. Kamera Untouchable


Jujur saja kamera ini mungkin saja adalah kamera yang paling bikin sinis yang pernah dibuat orang. Kamera ini diciptakan oleh Mr Belger untuk mengabadikan para penderita HIV, jadi dia mengisikan bagian-bagian pada kameranya dengan darah yang positif terinfeksi HIV. "Darah dipompa ke dalam kamera ke bagian depan lubang lensa dan menjadi filter merah nomor 25 milikku" ujarnya. Serem...

Dermaga Termahal di Dunia

Dermaga Termahal di Dunia

1. Capri, Italy â€" €2,900 (US $3,910) per night
Puncaknya pada saat ada event Rolex Capri Sailing pada bulan mei. Dermaga ini mampu menampung hingga 10 pesiar super. Capri telah menjadi tujuan utama sejak masa Republik Romawi.
http://www.didunia.net/

 
2. Porto Cervo, Italy â€" €2,500 (US $3,371) per night
Dermaga yang ada di selatan pulau Sardinia ini mampu menampung hingga 60 kapal pesiar. Puncaknya pada event Deluxe Fair dan Maxi Yacht Rolex Cup pada bulan Mei hingga Juni. Dermaga ini dibangun oleh Aga Khan pada 1970 dan dirancang oleh arsitek terkenal Luigi Vietti.
http://www.didunia.net/

 
3. Portofino, Liguria, Italy â€" €2,350 (US $3,169) per night
Desa kecil ini juga base camp bagi acara Portofino Rolex Trophy pada bulan mei. Dermaga ini mampu menampung hingga 6 pesiar super dalam waktu yng bersamaan dan harus dipesan jauh hari sebelumnya.
http://www.didunia.net/
http://www.didunia.net/

10 Teluk Terindah di Dunia

10 Teluk Terindah di Dunia

1. Teluk Hanalei di Hawaii Amerika Serikat


2. Teluk Navagio di Yunani
http://www.didunia.net/


http://www.didunia.net/



3. Teluk Palm di Australia
http://www.didunia.net/


http://www.didunia.net/



4. Teluk  Islands di Selandia Baru





5. Teluk Hanauma di Hawaii Amerika Serikat




6. Teluk Maya di Thailand




7.Teluk Kotor di Montenegro




8. Teluk Ha Long di  Vietnam
http://www.didunia.net/


http://www.didunia.net/


9. Teluk Marigot di Saint Lucia
http://www.didunia.net/


http://www.didunia.net/



10. Teluk Phang Nga di Thailand


Negara Paling Tidak Toleran di Dunia

Negara Paling Tidak Toleran di Dunia

Sebuah penelitian tentang sikap sosial global memperlihatkan bahwa penduduk yang paling tidak toleran secara rasial semuanya berada di negara berkembang. Negara seperti Banglades, Jordania, dan India menempati peringkat teratas.

http://www.didunia.net/
Negara Paling Tidak Toleran di Dunia
 Sebaliknya, studi terhadap 80 negara selama tiga dekade itu menemukan bahwa negara-negara Barat paling menerima budaya lain, dengan Inggris, Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Australia lebih toleran ketimbang tempat-tempat lain di dunia. (Lihat peta, yang berwarna biru menunjukkan wilayah yang penduduknya lebih toleran, sebaliknya yang berwarna merah mengindikasikan penduduknya yang kurang toleran.)

Bagaimana dengan Indonesia? Tidak masuk dalam level teratas, tetapi Indonesia berada di lapisan kedua negara-negara yang tidak toleran secara rasial. 

Data tersebut berasal dari World Values Survey, yang sudah lama mengukur sikap sosial masyarakat di berbagai negara, sebagaimana dilansir Washington Post.

Menurut Washington Post, survei itu bermula dari keinginan dua ekonom Swedia untuk memeriksa apakah kebebasan ekonomi membuat orang lebih atau kurang rasialis. Mereka tahu bagaimana mereka akan mengukur kebebasan ekonomi, tetapi mereka perlu menemukan cara untuk mengukur tingkat toleransi rasial di sebuah negara. Maka, mereka berpaling ke World Values Survey, yang telah lama mengukur sikap dan pendapat global selama beberapa dekade.

Di antara puluhan pertanyaan yang ditanyakan World Values, para ekonom Swedia itu menemukan satu pertanyaan yang, mereka yakin, bisa menjadi indikator yang cukup baik tentang toleransi terhadap ras lain. Survei itu menanyai para responden di lebih dari 80 negara untuk mengidentifikasi jenis orang macam apa yang mereka tidak inginkan sebagai tetangga. Beberapa responden, berdasarkan opsi yang ada dalam daftar, memilih "orang dari ras yang berbeda". Semakin sering orang di suatu negara mengatakan mereka tidak ingin bertetangga dengan orang dari ras lain, para ekonom itu berpendapat bahwa Anda dapat menyebut masyarakat negara itu kurang toleran dari sisi ras. (Studi itu menyimpulkan bahwa kebebasan ekonomi tidak punya hubungan dengan toleransi rasial, tetapi hal itu tampaknya berkorelasi dengan toleransi terhadap homoseksual.)

Sayangnya, para ekonom Swedia itu tidak memasukkan semua data World Values Survey dalam makalah penelitian akhir mereka. Maka, Washington Post pun kembali ke data asli, menyusun data itu dan memetakannya dalam bentuk infografis seperti terlihat di peta. Negara-negara, yang dalam peta berwana biru, menunjukkan bahwa hanya sedikit orang yang mengatakan mereka tidak ingin bertetangga dengan orang dari ras berbeda. Sebaliknya, negara-negara dengan warna merah memperlihatkan adanya banyak orang yang tidak suka bertetangga dengan orang dari ras yang berbeda.

Negara dengan proporsi tertinggi orang-orang "yang tidak toleran", yang ingin hanya bertetangga dengan orang dari ras yang sama, adalah Hongkong. Sebanyak 71,8 persen populasi Hongkong menolak untuk bertetangga dengan orang dari ras yang berbeda. Urutan berikutnya yaitu Banglades (71,7 persen), Jordania (51,4 persen), dan India (43,5 persen). Negara-negara itu, yang persentasenya di atas 40 persen, tergolong level teratas negara-negara yang tidak toleran.

Indonesia, Mesir, Arab Saudi, Iran, Vietnam, dan Korea Selatan berada di lapis kedua, di tingkat persentase 30-39,9 persen. Di lapis ketiga, dengan persentase 20-29,9 persen, terdapat Perancis, Turki, Bugaria, Maroko, Mali, Thailand, Malaysia, dan Filipina.

Dalam daftar negara-negara yang paling toleran, yang tingkat ketidaktoleranannya 0-4,9 persen, terdapat AS, Kanada, Brasil, Argentina, Inggris, Sweida, Norwegia, Australia, dan Selandia Baru. Di AS, berdasarkan survei itu, hanya 3,8 persen penduduk yang enggan bertetangga dengan orang dari ras lain. Orang-orang Inggris, kata survei itu, juga toleran terhadap perbedaan lain seperti terhadap orang yang berbicara dalam bahasa asing atau meyakini agama alternatif. 

Peringkat kedua negara-negara paling toleran, dengan persentase ketidaktoleranan 5-9,9 persen, terdapat Cile, Peru, Meksiko, Jerman, Belgia, Jepang, Pakistan, dan Afrika Selatan.

Timur Tengah, yang saat ini berurusan dengan sejumlah besar imigran berketerampilan rendah dari Asia selatan, tampaknya menjadi sarang ketegangan rasial. Eropa sangat terpecah, bagian barat benua itu umumnya lebih toleran ketimbang bagian timur, tetapi Perancis mengalami pengecualian yang mencolok dengan 22,7 persen orang Perancis menolak bertetangga dengan orang dari ras lain.

Beberapa pihak menunjukkan sejumlah kelemahan dalam survei itu. Mereka menyatakan bahwa karena survei itu punya jangka waktu yang panjang, hasilnya tidak bisa menjadi panduan untuk memperlihatkan kondisi saat ini. Namun, kelemahan yang lebih serius terdapat pada fakta bahwa di banyak negara Barat, rasialisme merupakan hal yang begitu tabu sehingga banyak orang akan menyembunyikan pandangan tidak toleran mereka dan berbohong kepada para penanya survei.

Max Fisher dari Washington Post menduga bahwa mungkin orang Amerika dikondisikan oleh pendidikan dan media untuk menjaga preferensi ras menjadi hal yang privat, misalnya berbohong tentang hal itu saat survei, sementara orang India mungkin tidak melakukan hal seperti itu.
Powered by Google |
Copyright © 2013 DiDunia.Net